20 Januari 2014

Economic Value Added (EVA)

Economic Value Added (EVA) membantu kita sebagai investor dalam melihat kinerja perusahaan. Sebenarnya untuk menganalisis fundamental banyak sekali indikator-indikator yang membuat kepala pusing, namun penulis akan membahasnya dengan bahasa yang sesederhana mungkin.
Economic Value Added merupakan pengukuran nilai tambah ekonomis sebuah perusahaan sebagai hasil dari aktivitas dan strategi manajemen. Rata-rata perusahaan yang listing di bursa efek dan Dow Jones sendiri  menggunakan metode EVA untuk mengukur efektivitas dari manajemen finansial mereka. Secara sederhana EVA diperoleh dari laba usaha dikurangi oleh biaya-biaya atas capital yang diinvestasikan yang disebut dengan capital charges, baik dalam perusahaan secara keseluruhan, ditingkat unit bisnis, pabrik, atau kantor.

Pendekatan EVA telah memasukkan semua unsur dalam laporan laba/rugi dan neraca perusahaan sehingga oleh karenanya sering dikenal dengan “total faktor” kinerja atau boleh dikatakan metode ini fundamental of fundamental, meskipun masih banyak hal-hal untuk mengukur kinerja perusahaan sebenarnya. Manfaat metode EVA ini adalah :
  • EVA merupakan suatu ukuran kinerja perusahaan yang dapat berdiri sendiri tanpa perbandingan dengan perusahaan lain yg sejenis.
  •  Hasil penghitungan EVA mendorong pengalokasian dana perusahaan untuk investasi dengan biaya modal yang rendah.
  • EVA digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan dan fokus terhadap penciptaan nilai (value), artinya yang diukur sejauh mana perusahaan tersebut memiliki nilai ekonomis yang menguntungkan baginya.
  • EVA menyebabkan perusahaan lebih memperhatikan struktur modal
  • Investor bisa bertindak memilah-milah perusahaan yang tingkat pengembaliannya meningkat atau menurun berdasarkan metode ini.
  • EVA dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kegiatan/proyek yang memberikan pengembalian lebih tinggi daripada biaya modal-modalnya.
Selain manfaat yang dijelaskan diatas, EVA merupakan pengukuran yang sangat penting karena dapat digunakan sebagai sinyal terjadinya tekanan keuangan pada suatu perusahaan. Jika suatu perusahaan tidak memperoleh profit diatas imbal hasil yang diharapkan, maka EVA menjadi negatif, yang artinya terjadi gangguan pada keuangan perusahaan.

Bagaimana pengaruh EVA terhadap return harga saham…? Bila perusahaan mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih besar dari biaya modalnya, hal ini menandakan bahwa perusahaan berhasil menciptakan nilai bagi pemilik saham, sehingga hal ini akan menarik minat calon investor untuk menanamkan modalnya ke perusahaan tersebut dan hal ini mendorong terjadinya permintaan terhadap saham yang bersangkutan. Logika nya semakin banyak permintaan terhadap saham maka harga saham cenderung meningkat di pasar modal atau bursa saham. Menurut penelitian (1996) ditemukan bahwa terdapat hubungan yang positif antara EVA dengan tingkat return saham artinya semakin tinggi EVA yang diciptakan perusahaan maka harga saham akan mengalami kenaikan yang pada akhirnya memberikan return saham yang tinggi.

Metode penghitungan Economic Value Added secara sederhana adalah :

EVA = NOPAT – Capital Charges,

yang dimaksud dengan NOPAT disini adalah net operating profit after tax yaitu laba bersih ditambah bunga setelah pajak. Capital Charges adalah biaya pinjaman dan biaya ekuitas yang digunakan untuk menghasilkan NOPAT. EVA yang bernilai positif atau EVA > 0, menunjukkan tingkat pengembalian yang dihasilkan melebihi tingkat pengembalian yang diharapkan investor dan mampu menutupi biaya-biaya yang timbul untuk memperoleh keuntungan tersebut. Keadaan ini juga menunjukkan bahwa perusahaan berhasil menciptakan nilai bagi pemilik modal karena telah memaksimumkan tingkat pengembalian atas biaya modal. (jika perusahaan EVA lebih besar nol, maka beli sahamnya, simpan longterm ) EVA yang bernilai = 0, maka secara ekonomis dapat dikatakan telah terjadi impas, karena semua laba telah digunakan untuk membayar kewajiban perusahaan kepada pemilik dana, baik kepada kreditur /bank maupun para pemegang saham. EVA yang bernilai < 0 , menunjukkan bahwa perusahaan gagal dalam menghasilkan tingkat pengembalian lebih rendah dari tingkat biaya modal yang diharapkan oleh investor. (jika EVA dibawah nol maka sebaiknya jangan beli sahamnya).

Perhitungan EVA tidaklah sesederhana diatas, ada beberapa tahapan yang harus dijalani untuk memperoleh hasil EVA yang bernilai plus, nol, atau minus, adapun tahapannya sebagai berikut (penulis menghitung nya secara kasar, tanpa mengurangi makna):

Hitung NOPAT.

NOPAT= EBIT x (1-tax rate), Ebit adalah laba sebelum bunga dan pajak

Pada laporan keuangan Q2 2013 VISI MEDIA ASIA (VIVA) Tbk. dengan tax ratio 12 % diketahui. 

NOPAT= 80.640.979.000 x (1-0,12), maka hasilnya 70.964.061.520

 

Menghitung Invested Capital ( IC )

IC = (total hutang + ekuitas) – hutang jangka pendek

IC= (1.014.588.768.000 + 2.008.284.942.000) – 356.804.194.000
hasil nya adalah 2.666.069.516.000


Menghitung WACC (Weight Average Cost of Capital)

WACC = (D x Rd) (1 - tax) + (E x Re)
D= total hutang / total hutang dan ekuitas x 100 %
Rd= beban bunga / total hutang jangka panjang x 100%
E= total ekuitas / total hutang dan ekuitas x 100 %
Re= laba bersih setelah pajak / total ekuitas x 100%
tax= beban pajak / laba bersih sebelum pajak x 100%

WACC = ( 40,5 x 7,7 ) (34,5) + ( 59,4 x 1,3 ) sehingga hasilnya 389,07 atau 3,89 (karena dibagi 100 persen tadi )

Menghitung Capital Charges ( CC )

CC = WACC x IC

CC= 3,89 x 2.666.069.516.000, hasilnya 10.371.010.417.240

Menghitung Economic Value Added (EVA)

EVA = NOPAT- Capital Charges
EVA= 70.964.061.520 - 10.371.010.417.240
EVA= - 10.300.046.355.720 (minus)

Kesimpulannya EVA < 0 artinya perusahaaan VISI MEDIA ASIA Tbk. tidak mampu menghasilkan tingkat kembalian operasi yang melebihi biaya modal. Meskipun laba bersihnya meningkat akan tetapi perusahaan mengalami penurunan / penghancuran nilai

9 komentar:

  1. bo ini ada kalkulator http://www.dnacapitalgroup.blogspot.tw/p/intrinsic-value-calculator.html bo kalau eva adalah nopat - cost of capital maka RoC adalah nopat/capital kalau RoC semakin tinggi bearti perusahaan tsb semakin bagus andaikan bobo menemukan 2 perusahaan yg sama2 memiliki EVA positif lalu milih yg mana kan masih bingung ya pakai RoC yg RoC nya tinggi yg lebih bagus udah gitu aja kok bo.......hati-hati sama penghitungan capital bo tampaknya bobo masih keliru yg tepat adalah Capital = (total hutang YG MENGANDUNG BUNGA + ekuitas) IC = (total hutang + ekuitas) – hutang jangka pendek yg TIDAK MENGANDUNG BUNGA itu hutang jangka pendeknya kebetulan saja di contoh link bobo ga ada hutang yg mengandung bunga kalau ada yg mengandung bunga ya ga boleh diikutkan lho bo Capital = ekuitas + hutang yg mengandung bunga terkadang di hutang jangka pendek ada hutang yg mengandung bunga bo

    BalasHapus
  2. kalau investasi saham sedemikian rumit hitungannya untuk memahami intrinsik dari sebuah perusahaan pasti sudah sejak lama sya tinggalin ni investasi ^_^ , untungnya ajaran warren buffet bisa sya terapkan dengan lebih simple dan real .... saham tdk rumit tp manusianya yg membuatnya rumit , salam bushoku

    BalasHapus
  3. itungannya sebetulnya bisa lebih disimpelkan lagi sih

    paling konserfatif itu begini . Rd anggap sama dengan Re
    jadi imbal hasil yg diminta kreditur dan imbal hasil yg diminta investor dianggap sama

    sebaiknya pakai 15% saja.
    jadi anggaplh bunga bank 15% dan tingkat return yg diharapkan investor juga 15%

    hasilnya jadi gini nih
    EVA = NOPAT – Capital Charges
    = Nopat - 15%xCapital

    selesai deh.

    ow ya ada tambahan kalau sebuah saham memiliki RoA diatas 15%.
    sudah bisa dipastikan EVA diatas 0. silahakn itung kalau ga percaya

    BalasHapus
  4. kenapa RoA diatas 15% sudah pasti EVA > 0

    karena ASET(total semua hutang+ekuitas) lebih besar daripada CAPITAL(total hutang berbunga+ekuitas)

    this means
    kalau RoA diatas 15% bearti RoC diatas 15% tentunya

    kalau RoC "diatas 15%" (15% UP) ya bearti sudah pasti EVA > 0

    EVA = NOPAT – Capital Charges
    = Nopat - 15%xCapital
    = (15% UP)xCapital - 15%xCapital
    = diatas 0

    QED

    BalasHapus
  5. Pak Bobo... Klo ngitung EVA ga bagus pake laporan Kuartalan. Harus yang full year. jadi gunakan yg 2012 aja. dan EVA ini berlaku/valid lebih lama dibanding PER dan PBV. EVA bisa digunakan acuan sbgai kinerja 5Tahun Kedepan (Longterm,.) Jadi Gunakan Annual report audited. btw, artikelnya gampang di mengerti pak :) keep writing

    BalasHapus
  6. Terima Kasih banyak pak 73, Bushoku dan Anonim yang sangat bermanfaat bagi kita atas koreksi artikel ini. Bersyukur sekali kita semua saling mengisi, Mudah2an rejeki bapak2 lancar dan sehat selalu, AMIN

    BalasHapus
  7. numpang tanya pak bobo, rumus untuk Rd= beban bunga / total hutang jangka panjang x 100%
    untuk menentukan nominal beban bunga di laporan keuangan, tidak di setiap laporan keuangan yg mencantumkan akun beban bunga.. jadi klo tdak ada akun beban bunga di laporan keuangan, kita menggantikan akun apa untuk mencari rumus Rd td?
    klo laporan keuangan yg di atas, saya melihat bahwa dsitu tdk ada akun beban bung, yg ada akun beban bunga dan keuangan, apakah pak bobo mengambil nominal beban bunga tsb di akun beban bunga dan keuangan, apakah akun beban bungan dan keuangan itu sama dg beban bunga? ditunggu balasannya ya pak.......

    BalasHapus
  8. terima kasih....selamat mencoba untuk semua...

    BalasHapus
  9. Pak saya mau tanya, mengapa penelitian saya mengenai pengaruh eva terhadap return saham hasilnya negatif/berbanding terbalik..?
    Kira2 faktor apa yg menyebabkan keduanya memiliki hubungan yg negatif?

    BalasHapus