20 Juli 2014

Pembahasan Materi (2)





Kepanikan hanya terjadi pada org yg ga ada keyakinan. Hanya org yg ga ada keyakinan bisa goyang kakinya. Apalagi sinisme dan dendam. Kalo bagi org punya keyakinan yg ada malah buy, buy and buy. Karena hanya dia lah yg mengerti ini sampah atau mutiara. Kebenaran selalu hanya di segelintir org bukan di khalayak ramai. Karena ketika khalayak ramai tahu kebenaran tsb, kebenaran itu akan terdepresiasi

SSIA hold. Bahkan buy. Karena LK Q2 mgkn akan membaik. LK Q1 jelek karena lahannya ada kasus di BPN jadi ga bisa diakui pendapatan walau udah terjual (Lom serah terima). Mgkn Q2 udah bs serah terima ke pembeli shg dapat diakui sebagai pendapatan. Maka bisa loncat kodok kalo bener terjadi. (51Ha dari Q1 yg tertahan kasus ditambah penjualan dari Q2 itu sendiri)

List wanted saya panjang soalnya.. Dari BJBR, SSIA, NRCA, DYAN, CTRP, GJTL, MAPI, plus alternatif WIIM

KPR yg ambil 93% yg rumah pertama. Yah mereka pakai buat sndr. Koq malah dibilang bubble. Skrg pada ngerti ga definisi dari bubble itu sendiri apa? Bubble itu kalo di property artinya naiknya resiko gagal bayar daripada pengambil KPR. Jadi kalo harga property naik, itu belum tentu bubble. Bubble terjadi kalo byk org yg ambil KPR gagal bayar. Sehingga di bilang bubble. Knp bubble? Karena kalo mereka gagal bayar, maka akan berimbas ke sektor perbankan yg menyalurkan kredit. Dari sektor perbankan menjalar ke sektor" lainnya. Karena perbankan ogah kasih kredit lagi. Sehingga likuiditas kering, yg berarti perusahaan" harus mengerem ekspansi, yg juga berarti bunga pinjaman naik. Naik, naik, naik hingga dunia bisnis ga sanggup bayar. Yah kolaps, dan PKH. Sehingga ekonomi hancur lebur. Itu baru bubble.... Skrg yg terjadi adalah KPR yg ambil adalah org yg pertama kali punya rumah. Artinya mereka memang berniat menempati rumah tsb. Dan KPR nya jangka waktu nya ekstrim panjang. Seperti pak den, ambil KPR 15 tahun. Yah rumah kalo di tempati masaa bubble? Toh kalo harga rumah jatuh, pak den kan tetap tinggalin ga dijual. Kalo dijual mau tidur di bawah jembatan?
Kalo belum bubble, kenapa sales menurun (Pertanyaannya kan bgtu)? Karena BI dgn sok pintar menaikkan suku bunga ke 7,5%. Artinya org yg tadinya ingin membeli rumah jadi merasa tunggu dulu ahh. Mending duit taruh di bank. Deposito dapat 7%. Apalagi di BPR bisa 10%. Kalo bgtu yah org menahan keinginan membeli rumah. Belum lagi ada org yg wait en see bagaimana dgn pemilu kita. Ngeri" sedap kalo pemilu membuat indonesia rusuh. Makanya skrg agak melambat.
Kenapa saham property turun? Karena itu tadi, laporan keuangan Q1 2014 menunjukkan perlambatan penjualan property. Dan mgkn masih akan melambat hingga Q2. Tetapi perlambatan ini akan over pada Q3 dan Q4 dimana kondisi politik sudah aman, dan memang secara musiman, Q3-Q4 adalah high season org beli rumah. Entah karena dapat duit THR, atau ada bonus akhir tahun sehingga sanggup bayar DP
Harga saham property memang sedang melemah/stagnan. Tetapi bukan game over apalagi bubble. Karena seperti yg saya bilang. Everyone is wait and see whats happen on July 9. Lalu apakah kita harus takut bubble? Karena udah 7% yg potensi bubble. Saya bisa katakan dgn sangat yakin tidak. Kenapa saya yakin? Karena secara rata" bubble di seluruh dunia terjadi ketika KPR rumah kedua dst mencapai 80% keatas. Jadi kita masih ada 73% sebelum bubble. So, kenapa kita harus takut bubble? Apalagi BI sudah menaikkan BI Rate utk mencegah bubble yg skrg terbukti gagal, karena KPR masih terus bertumbuh. Tetapi kita lihat yg bertumbuh siapa? Yah org KPR rumah pertama. Rumah kedua dst? Yah semua tunggu aja. Mending tunggu BI Rate balik 5,75% saja baru investasi rumah
Skrg kita berasumsi hal buruk terjadi. Yaitu BI Rate tetap 7,5% ga turun".. Maka apa yg terjadi? Yah org yg ingin investasi rumah kedua dst ga beli rumah. Kalo bgtu pengaruh ke penjualan rumah berapa besar? Menurut saya paling byk 10%. Kenapa hanya 10%? Karena dari sisi demografis, usia rata" org Indonesia 27 tahun. Artinya perlu rumah buat berkeluarga. Artinya kebutuhan rumah masih akan terus meningkat, Apalagi dalam 3-5 tahun mendatang kita akan masuki fase bonus demografi. Tentu ini akan tambah meningkatkan kebutuhan rumah
Lalu persoalan daya beli. Iyah usia 27, ga punya duit gimana? Nah dari pertumbuhan kelas menengah Indonesia yg saat ini double digit, ditambah nanti presiden baru akan ada kebijakan baru (walau semua masih berupa wacana/visi misi) yaitu pemerataan pembangunan, maka pertumbuhan ekonomi kita katakanlah 7%, dan kelas menengah terus tumbuh 7% saja selama 5 tahun ke depan, maka kebutuhan rumah pada 2019 nanti adalah 3x lipat dari suplai rumah saat ini. Apakah bubble? Tidak! Yg ada malah overdemand. Artinya apa? Yah harga rumah masih akan naik karena demand is huge. And suplai rumah bukan fotokopi. Rumah perlu 2-3 tahun pembangunan. Makanya akan ada keterlambatan menutup gap antara demand and suplai
Secara konservatif saja, saya menghitung dgn kecepatan suplai saat ini, maka perlu setidaknya 35 tahun sebelum mampu menutup demand yg akan terus bertumbuh di masa depan. Katakanlah suplai meningkat juga dgn cepat, maka minimal perlu 5-10 tahun baru sanggup menutup kebutuhan/demand perumahan dimasa depan. Karena demand growth dgn sekitar 20% (walau kedepan mgkn akan menurun hingga 8%-9%) sedangkan suplai masih berjalan dgn kecepatan 6% per tahun. Artinya untuk menutup gap antara S dan D perlu 5 tahun lagi. 
Tentu itu dari sisi internal Indonesia. Bagaimana kalo krisis ekonomi? Skrg yg ingin saya katakan adalah USA, Eropa baru saja selesai krisis. Dan masih dalam tahap reversal. Lalu krisis akan datang dari mana? China? China memang melambat tapi korelasi dgn Indonesia ga besar. Investasi China di Indonesia masih kecil apalagi china sedang mengerem pertumbuhan utk tidak krisis. Lalu skrg ada negara mana lagi yg mampu menyeret Indonesia maupun Asean krisis? Sayang sekali tidak ada negara yg mampu menyeret kita krisis.

@shr pak thom gmn saham bisa digadai...prosedurnya bgmn..trus dihargai berapa saham kita sama mereka misalnya saham BBCA
@thomas @Shr, saham saya gadaikan ke BCA itu dihargai 75% dari nilai market saat ini. Tapi mereka tentu hanya mau saham kategori bluechip (seperti BBCA dan ASII). Mereka tentu ga mgkn hargai di market value saat ini karena mereka juga takut harga saham turun. Tapi ada klausul bahwa jika harga saham menjebol 75% itu maka saya harus top up. Contoh saya gadaikan BBCA saat marketvalue 10.000 (supaya gampang). Nah jika BBCA turun ke 8000 itu gpp. Jika turun lagi ke 7000 maka saya perlu top up baik cash maupun saham senilai 500 selisih dgn benchmark pinjam saya. Utk bunganya saya mendapat bunga BI rate + 2,5% (Hasil nego)

Pandangan saya ttg Hal" yg perlu d perhatikan:
1. Jumlah lembar saham yg banyak ga terlalu bermasalah. Nilai per lembar saham kecil jg tercermin dari nilai sahamnya yg kecil. Dan perlu diingat, 31,3 milyar itu tidak semua beredar d pasar. Hanya sekitar 20-30%. Bandar memang kurang ajar tp by the end of the day, fundamental yg akan berbicara. Masalah bandar hanya akan besar jika untuk trading. Untuk invest, bandar ga bs tahan saham itu selamanya. Org akan lihat valuasi yg begitu murah atas fundamental yg begitu cemerlang. Bandar bs kalahkan market sesaat tp tidak selamanya.
2. BKSL right issue pertama kali 2006 untuk membayar utang dan menyelesaikan masalah hukumnya. Kedua kali tahun 2010 utk mengumpulkan dana utk meningkatkan modal. Karena dulu kena kasus legal yang panjang. Keputusan MA yang membuat dia "clean" baru muncul Oktober 2008. Ketiga kali tahun 2011 terbit saham tanpa HMETD utk ELTY karena ada kerjasama di sentul nirwana dan BJA. Dilihat dari ketiga poin, jumlah saham BKSL BKSL meningkat drastis tahun 2010 dimana setelah perusahaan right issue untuk bener" fokus kembangkan perusahaan itu wajar dan dapat diterima.

Prospek:
1. Ekspansi Jabodetabek dari utara ke arah bogor baru menyentuh sentul. Jadi, naiknya penjualan baru terasa di 2012 kemarin. Ekspansi ini tidak akan terbendung karena dari Cibubur sampai Cibinong sudah full.
2. Dulu kena kasus legal yang panjang. Keputusan MA yang membuat dia clean baru muncul Oktober 2008.
3. Dibukanya Jungle Land tahun ini.
4. RS pertamedika.
5. Sekolah" seperti BPK Penabur dan Universitas Trisakti dan rencananya UPH.
6. Bogor Raya Ecopark akan dibangun disebelahnya dengan segala macam park seperti waterpark, birdpark, public beach, hotel, hotel kapal, dan entertainment lainnya.

1 hal lg. ASII skrg ada 40 milyar saham yg beredar. Tp masih fine" ajha tuh. Jumlah saham beredar bukan masalah mas teguh. Asal fundamental tetap oke, Saham pasti ikut. Bandar ga sanggup lawan.
Ada 1 Hal baru saya sadari. Perhitungan annualized net incomenya ad kesalahan. Yg benar adlh sales Q1 358M bukan 240M yg sengaja "digelapkan" oleh oknum tertentu. 240M cuma jan dan feb. Di April total sales sdh mencapai 540M yg kalau d annualized 1.62T. Ini kenaikan 150% dibandingkan periode yg sama 2012. Itu annualized di low season, sebab peak season ada d 2nd half. Bukan tdk mgkn seluruh 2013 akan mencapai 2.2T yg berarti kenaikan sebesar 200% dibandingkan 2012. Maka forward EPSnya 23-25 rupiah. Dgn PER 30 the fairprice is 750. Dgn PBV 3, the fairprice is 600. Itu utk 2013 saja. Tahun" mendatang tentu ceritanya akan makin seru krn snowball effect dan makin byknya sarana serta externalities. BKSL dgn lahannya yg luar biasa adalah utk growth investing. Bukan utk trading. 
Thomas

@Anon4136, BKSL ga bagi deviden bilang ga pro-retail. Bagi dividen di bilang apa ga baik buat Capex.. Padahal kmrn saya susah payah lobi direksi bayar dividen (Walau dikit, karena memang itu free cash flownya yg bisa dibagikan).. wkwkwkwkwk. Tahu gini yah ga usah bagi atau malahan mending suruh BKSL Right Issue aja sekalian wwkwkwkwkkwk

ibarat anon skrg kasih pinjaman 600M ke suiteng, dijamin dgn saham BKSL yg saat itu di harga 265. Skrg harga sisa 110, anon berani extend ga pinjamannya?Logika aja. Pertanyaannya skrg kenapa kreditur" itu berani memberikan extend repo? Bahkan bosnya skrg kena kasus di KPK sekalipun. Apa yg membuat para kreditur asing itu berani?
Retail makin pintar, tapi cutloss di saat yg tidak tepat. Logika aja kenapa kreditur asing berani extend? Secara logika mereka juga nyangkut dari 265. Masaa kita yg nyangkut 170an ga berani tambah? Apalagi kasus itu hanya sebatas psikologi, bukan kena di fundamental. Memang saya banyak borong koq. Cuma kmrn byk borong di 170an-200 (Sebelum kasus KPK merebak). Ga masalah juga bagi saya nyangkut. Karena saya masih ada 40% dana yg sudah sejak awal di alokasikan ke BKSL belum terpakai. Dan ada 30% dana cadangan lagi. Semua masih cash.  Buat apa saya kejar skrg kalo memang retail masih sell. Saya juga lagi tunggu suiteng resmi tersangka supaya sekaligus aja saya borong. Apalagi kalo memang bener 50. Tambah saya senang. Karena memang dana saya udah sejak awal siap untuk beli. Bahkan saya juga jaminkan seluruh saham BBCA, dan sebagian ASII saya ke bank supaya dapat fasilitas kredit untuk borong BKSL

Utk berita Fed naikkan suku bunga, saya hanya ingin mengatakan hanya org ga ngerti atau sengaja pura" ga ngerti baru akan bilang Fed bakal naikkan suku bunga. QE itu apa? QE itu adalah operasi pasar terbuka (Open Market Policy), akibat dari suku bunga yg tidak bisa di turunkan lagi (udah 0% atau mendekati 0% seperti 0,1%).. Bagaimana mgkn QE ga di stop (Masih US$35 Billion per month), sedangkan suku bunga di naikkan? Logika para "Ekonom" itu bagaimana sih? Itu ekonom gadungan apa ekonom jadi"an? Atau mereka hanya ingin menipu pasar supaya pasar panik? As I said before, QE memang akan berangsur ditarik, dan suku bunga Fed baru akan naik di Q2-Q3 2015. Paling cepat pun Q4 2014, walau saya rasa ga mgkn secepat itu. Palingan Q1 2015 alias tahun depan. Bukan bulan depan apalagi minggu depan.
Saya ulangi lagi, QE adalah kebijakan moneter dimana suku bunga acuan (BI Rate nya USA), ga bisa di turunkan lagi alias 0% (walau prakteknya di dunia ini, mandatory lowest rate adalah 0,1%-0,25%). Jika sudah 0%, dan ekonomi lom membaik, cara terbaik adalah QE karena udah ga mampu menaikkan likuiditas di negaranya. Dan QE ini akan di tarik perlahan" seiring membaikknya kondisi ekonomi negara. Tetapi jika Bank Sentral melihat ekonomi ada goncangan, maka akan di tambah lagi, tarik ulur QE akan terus berlanjut hingga stop di suatu hari nanti. Setelah itu baru akan dinaikkan lagi Fed Rate nya jika memang ekonomi udah keluar dari badai. Sebelum itu, maka QE ga akan di stop atau distop tapi suku bunga belum akan di naikkan. Jadi adalah nonsense jika para ekonom gadungan itu mengatakan dalam waktu dekat Fed Rate akan dinaikkan. Ibarat bawa mobil yg sedang melaju kedepan, dgn kecepatan 35KM/jam, akan menggeser posisi gear dari D (maju) ke R (mundur). Itu nonsense! Pergantian gear mobil hanya akan dilakukan jika mobil udah tidak melaju lagi alias 0 Km/jam, barulah mobil bisa pindahkan gear ke R. Dan ingat, masih ada 1 gear antara D dan R yaitu N. Jadi masih akan ada spacetime dimana posisi netral sambil di lihat apakah saat ini cocok untuk R, jika tidak maka bisa aja di turunkan lagi ke D (alias QE berlanjut lagi).

http://bisnis.liputan6.com/read/2067960/ri-alami-backlog-rumah-400-ribu-tiap-tahun

Masih yakin bubble Property?

 backlog 400rb per tahun. Akumulasi backlog 15 juta. Setahun produksi 400rb. Kebutuhan 800rb. Artinya defisit. Akumulasi tersebut akan semakin membesar lagi pada tahun" mendatang seiring dgn bonus demografi yg makin dekat. Dan memasuki fase bonus demografi pada 2025. Bonus demografi bisa 20-30 tahun. Kalo manageable malah bisa 40 tahun.. Tahun lalu saya bilang bubble masih 10-15 tahun lagi kyknya saya salah hitung. Bukan 10-15 tahun tapi 30 tahun... wkwkwkwkwk Buy Property!! Terutama yg tinggal di jabodetabek! "Orang2 itu" sekarang setahun bertambah dgn kecepatan yg pesat.. utk yg buruh, kan ada rumah susun yg di bangun pemda. Maaf jika tersinggung. Jakarta sejak awal memang bukan di plot sebgai kota org miskin. Jakarta adalah kota org kaya. Sejak jaman dahulu, org miskin memang sudah di rencanakan oleh belanda utk tinggal di wilayah penyangga.
Dan kita jgn lihat kondisi skrg.. Saat ini kenaikan pendapatan buruh juga naik. Buruh udah seharusnya upgrade diri mereka. Bukan lagi melulu menuntut ke pemerintah komposisi 3:2:1 adalah UU pencitraan.. Skrg logika aja, di daerah kuningan tanah nya ELTY. Kalo di situ di bangun rumah sederhana maupun menengah, coba kita pikir, ELTY mau bangun ga? Apa malah dia biarkan saja tanah kosong? Hal kedua adalah knp pengembang ga mau bangun rumah sederhana? Itu karena saat ini demand rumah mewah aja lebih.. Pengembang sndr masih belum mampu menutup permintaan rumah mewah. Jika nanti rumah mewah sudah terpenuhi semua, maka pengembang akan mengincar kelas yg di bawah nya (harga lebih murah).. Ini bukan mimpi, tapi hukum ekonomi. Kalo rumah mewah udah byk, org kaya pasti milih" bukan? Yaitu permintaan rumah mewah turun. Pengembang bangun ga laku yah dia ga akan mau bangun. Lihat aja knp skrg byk pengembang jual gambar. Karena dia tahu, permintaan org kaya saja ga mampu dia supplyMakanya dia jual gambar, dan selalu habis terjual.. Ketika nanti org kaya udah ga perlu rumah (baik kebutuhan maupun investasi), maka pengembang pasti akan mengincar kelas yg di bawah nya yg marginnya lebih tipis. Dan ketika kelas menengah juga udah terpenuhi, maka akan bersaing lagi utk menjual rumah yg murah. Walau margin tipis, tetap di bangun. Karena permintaan yg high margin udah ga ada...
Skrg byk org takut, katanya org kaya sekaligus beli 2-3 unit.. Lalu di biarkan kosong. Padahal tujuan mereka hanya investasi baik berupa sewa maupun jual lagi dgn harga lebih tinggi. Skrg kalo byk rumah kosong, maka mereka akan stop beli rumah kan? Nah ketika mereka stop beli rumah apakah pengembang masih akan terus menerus membangun rumah mewah padahal udah ga ada demand nya lagi? Bubble bukan di lihat dari tingkat hunian rumah. Tapi berapa byk KPR yg di ambil. KPR juga bukan KPR rumah pertama melainkan rumah kedua dst. Karena mereka yg ambil KPR di yakini bukan org yg longgar likuiditasnya. Maka jika KPR rumah kedua terlalu tinggi, akan menciptakan bubble dan membahayakan perbankan. Masalah nya skrg berapa komposisi KPR rumah kedua dst? Hanya 7% dari to*PR.. Artinya 93% KPR adalah KPR yg memang ada needs (rumah di pakai buat tinggal, mau harga jatuh pun ga akan dia jual, karena ga mgkn dia cut loss pindah ke kolong jembatan!). Bukan KPR buat investasi. Skrg byk org pasti bertanya lagi kalo cash bertahap apakah ga membahayakan? saya katakan tidak, karena cash bertahap adalah utang kepada pengembang. Kalo org ga mampu bayar apakah membahayakan perbankan? Yah tidak, org dia ga pinjam dari bank koq.. Lalu dari sisi waktu, cash bertahap rata" 3 tahun. Org yg ambil cash bertahap adalah org yg memang ada uang nya makanya berani ambil dgn time horizon sedemikian pendek. Masaa iya org pas"an sanggup 3 tahun lunas? Makanya org yg ambil cash bertahap itu adalah org yg memang ada otaknya. Daripada dia bayar cash full di skrg mending dia cicil. Karena ada efek discounted cash flow (nilai masa depan lebih kecil dari nilai saat ini)
Pengembang besar menetapkan harga juga bukan sembarangan. Mereka pasti sudah mencari tahu harga yg akan di terima masyarakat berapa. Dan ingat, memang kodrat alamnya pengusaha memaksimumkan profit, jadi selama ada yg bersedia membayar tinggi, dia tidak akan menurunkan harga nya. Setelah customer kelompok pertama udah ga ada yg mau beli, baru lah dia turunkan harga (keluarkan rumah menengah) utk menutup permintaan kelompok kedua. Demikian dst.
Knp skrg banyak org merasa harga rumah mahal sekali? Yah karena sejak 1998-2009 harga property indonesia stagnan. Ibarat kita udah terbiasa melihat suatu saham di harga 50.. Lalu setelah sekian lama tiba" dia melejit ke 500.. Pasti secara psikologi kita menganggap itu mahal. Itu psychology effect. Padahal secara hukum ekonomi, mgkn dia bisa ke 5000 misalnya.. Daripada keluh kesah, mending pelajari kembali hukum ekonomi.. Suka tak suka kita hidup di dunia sistem ekonomi pasar. Harga property bukan presiden yg tentukan tetapi pasar yg tentukan..
List wanted saya panjang soalnya.. Dari BJBR, SSIA, NRCA, DYAN, CTRP, GJTL, MAPI, plus alternatif WIIM
Pandangan saya ttg Hal" yg perlu d perhatikan:
1. Jumlah lembar saham yg banyak ga terlalu bermasalah. Nilai per lembar saham kecil jg tercermin dari nilai sahamnya yg kecil. Dan perlu diingat, 31,3 milyar itu tidak semua beredar d pasar. Hanya sekitar 20-30%. Bandar memang kurang ajar tp by the end of the day, fundamental yg akan berbicara. Masalah bandar hanya akan besar jika untuk trading. Untuk invest, bandar ga bs tahan saham itu selamanya. Org akan lihat valuasi yg begitu murah atas fundamental yg begitu cemerlang. Bandar bs kalahkan market sesaat tp tidak selamanya.
2. BKSL right issue pertama kali 2006 untuk membayar utang dan menyelesaikan masalah hukumnya. Kedua kali tahun 2010 utk mengumpulkan dana utk meningkatkan modal. Karena dulu kena kasus legal yang panjang. Keputusan MA yang membuat dia "clean" baru muncul Oktober 2008. Ketiga kali tahun 2011 terbit saham tanpa HMETD utk ELTY karena ada kerjasama di sentul nirwana dan BJA. Dilihat dari ketiga poin, jumlah saham BKSL BKSL meningkat drastis tahun 2010 dimana setelah perusahaan right issue untuk bener" fokus kembangkan perusahaan itu wajar dan dapat diterima.

Prospek:
1. Ekspansi Jabodetabek dari utara ke arah bogor baru menyentuh sentul. Jadi, naiknya penjualan baru terasa di 2012 kemarin. Ekspansi ini tidak akan terbendung karena dari Cibubur sampai Cibinong sudah full.
2. Dulu kena kasus legal yang panjang. Keputusan MA yang membuat dia clean baru muncul Oktober 2008.
3. Dibukanya Jungle Land tahun ini.
4. RS pertamedika.
5. Sekolah" seperti BPK Penabur dan Universitas Trisakti dan rencananya UPH.
6. Bogor Raya Ecopark akan dibangun disebelahnya dengan segala macam park seperti waterpark, birdpark, public beach, hotel, hotel kapal, dan entertainment lainnya.

1 hal lg. ASII skrg ada 40 milyar saham yg beredar. Tp masih fine" ajha tuh. Jumlah saham beredar bukan masalah mas teguh. Asal fundamental tetap oke, Saham pasti ikut. Bandar ga sanggup lawan.
Ada 1 Hal baru saya sadari. Perhitungan annualized net incomenya ad kesalahan. Yg benar adlh sales Q1 358M bukan 240M yg sengaja "digelapkan" oleh oknum tertentu. 240M cuma jan dan feb. Di April total sales sdh mencapai 540M yg kalau d annualized 1.62T. Ini kenaikan 150% dibandingkan periode yg sama 2012. Itu annualized di low season, sebab peak season ada d 2nd half. Bukan tdk mgkn seluruh 2013 akan mencapai 2.2T yg berarti kenaikan sebesar 200% dibandingkan 2012. Maka forward EPSnya 23-25 rupiah. Dgn PER 30 the fairprice is 750. Dgn PBV 3, the fairprice is 600. Itu utk 2013 saja. Tahun" mendatang tentu ceritanya akan makin seru krn snowball effect dan makin byknya sarana serta externalities. BKSL dgn lahannya yg luar biasa adalah utk growth investing. Bukan utk trading. 
@Anon4136, BKSL ga bagi deviden bilang ga pro-retail. Bagi dividen di bilang apa ga baik buat Capex.. Padahal kmrn saya susah payah lobi direksi bayar dividen (Walau dikit, karena memang itu free cash flownya yg bisa dibagikan).. wkwkwkwkwk. Tahu gini yah ga usah bagi atau malahan mending suruh BKSL Right Issue aja sekalian wwkwkwkwkkwk
Utk berita Fed naikkan suku bunga, saya hanya ingin mengatakan hanya org ga ngerti atau sengaja pura" ga ngerti baru akan bilang Fed bakal naikkan suku bunga. QE itu apa? QE itu adalah operasi pasar terbuka (Open Market Policy), akibat dari suku bunga yg tidak bisa di turunkan lagi (udah 0% atau mendekati 0% seperti 0,1%).. Bagaimana mgkn QE ga di stop (Masih US$35 Billion per month), sedangkan suku bunga di naikkan? Logika para "Ekonom" itu bagaimana sih? Itu ekonom gadungan apa ekonom jadi"an? Atau mereka hanya ingin menipu pasar supaya pasar panik? As I said before, QE memang akan berangsur ditarik, dan suku bunga Fed baru akan naik di Q2-Q3 2015. Paling cepat pun Q4 2014, walau saya rasa ga mgkn secepat itu. Palingan Q1 2015 alias tahun depan. Bukan bulan depan apalagi minggu depan.
Saya ulangi lagi, QE adalah kebijakan moneter dimana suku bunga acuan (BI Rate nya USA), ga bisa di turunkan lagi alias 0% (walau prakteknya di dunia ini, mandatory lowest rate adalah 0,1%-0,25%). Jika sudah 0%, dan ekonomi lom membaik, cara terbaik adalah QE karena udah ga mampu menaikkan likuiditas di negaranya. Dan QE ini akan di tarik perlahan" seiring membaikknya kondisi ekonomi negara. Tetapi jika Bank Sentral melihat ekonomi ada goncangan, maka akan di tambah lagi, tarik ulur QE akan terus berlanjut hingga stop di suatu hari nanti. Setelah itu baru akan dinaikkan lagi Fed Rate nya jika memang ekonomi udah keluar dari badai. Sebelum itu, maka QE ga akan di stop atau distop tapi suku bunga belum akan di naikkan. Jadi adalah nonsense jika para ekonom gadungan itu mengatakan dalam waktu dekat Fed Rate akan dinaikkan. Ibarat bawa mobil yg sedang melaju kedepan, dgn kecepatan 35KM/jam, akan menggeser posisi gear dari D (maju) ke R (mundur). Itu nonsense! Pergantian gear mobil hanya akan dilakukan jika mobil udah tidak melaju lagi alias 0 Km/jam, barulah mobil bisa pindahkan gear ke R. Dan ingat, masih ada 1 gear antara D dan R yaitu N. Jadi masih akan ada spacetime dimana posisi netral sambil di lihat apakah saat ini cocok untuk R, jika tidak maka bisa aja di turunkan lagi ke D (alias QE berlanjut lagi).
kirain quote apa ternyata msh ngebahas thomas dan bksl ga bisa topik diganti sya jg yakin ga bnyk yg hold bksl sejak awal, faktanya ihsg tdk bearish apalg panik saat ini klaupun ada yg turun itu krena overvalued di msa lalu jd apa skrg saat yg tepat msk di saham2 trun td eeeit tunggu dlu perhatikan turunnya krena apa... jangan sekali2 mengatakan diri anda invest di saham2 yg jelas2 manjemennya busuk spt bakrie klo penjudi silahkan hehehe, mengenai bksl silahkan anda nilai sndiri ... quote sya MANAGMENT NEVER LIES , skuat apa pun, seakurat,semahir apa pun anda menghitung tuk meramal prospek suatu emiten manajemen yg salah akan membuat buyar dan membawa NILAI UANG ANDA SEMAKIN KEBAWAH (itu sbabnya mau ente2 lulusan apa dan ahli hitung sejago apa tanpa keakuratan menilai prospek emiten dan manajemen u become nothing) btw apa ada yg ngalami ini ???? klo iya janganlah banyak berceloteh tuk mengajarkan org lbh baik diam, merenung dan belajar lglah .... INDONESIA SDH MULAI KE ARAH FASE EKONOMI YG BARU DIBAWAH JOKOWI dan anda msh mengalami rugi di porto anda dan msh mengatakan ini investasi (biasa harga turun naik) hahahaha, PASAR TURUN NAIK ITU BENAR TP NILAI PORTO HRSNYA MENGARAH KEATAS KLO TDK LIHAT QUOTE SYA, BUSHOKU
ASII SIMP KIJA
BBRI ADRO GWSA
BTPN INDY CTRP
BBNI HRUM GPRA
BJTM UNTR GAMA
BVIC MBSS APLN
SMGR ICBP BRNA
SMBR UNVR MFIN
MTDL SIDO EKAD
ERAA WIIM NIPS

Saya mau jelaskan dikit. Dulu saya pernah bilang NRCA masih kontraktor grade B. Ternyata saya salah.. Sistem grade sudah dihapuskan Kemen PU pada beberapa tahun yg lalu dan di ganti dgn Grade 1-7.. Dimana NRCA sudah termasuk dalam Grade 7 (Paling tinggi). Dimana Gred 7: kualifikasi usaha besar termasuk badan usaha yang membuka kantor perwakilan, batas nilai pekerjaan Rp1 miliar sampai dengan tak terbatas, maksimal 8 paket pekerjaan dalam satu saat. perusahaan dengan klasifikasi Grade 7 antara lain Total Bangun Persada (TOTL), Tata, Multikon, Wijaya Kusuma, Pulau Intan, Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK), Waskita Karya (WSKT), Adhi Karya (ADHI), Wijaya Karya (WIKA), dan Pembangunan Perumahan (PTPP). Sampai saat ini, perusahaan dengan Grade 7 ada sekitar 100an kontraktor.adi skrg sistem grade kontraktor sudah dipermudah, ga seperti dulu lagi yg hanya 3 grade dan yg masuk grade A pun kurang dari 10. Saya kira itu saja yg mau saya sampaikan.. Bye all

1 komentar: